Rabu, 06 Juli 2011

Botani Tumbuhan Tinggi

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pemerintah Kabupaten Luwu memiliki hutan pendidikan seluas delapan hektar di Desa Tembo'E Kecamatan Larompong Selatan yang dihuni berbagai jenis flora dan fauna. Hutan pendidikan tersebut dihuni 150 ekor monyet yang hidup bebas dalam kawasan itu, sangat mudah dijangkau karena berada di sisi jalan trans Sulawesi bagian timur poros Makassar-Manado. Hutan pendidikan satu-satunya di Sulsel itu, juga bisa berfungsi sebagai hutan penelitian khususnya tumbuhan dan satwa langka yang hidup di dalam kawasan hutan tersebut.
Dalam hutan penelitian ini terdapat beberapa jenis flora seperti angrek (Arachnis sp), pohon durian (Durio zibethinus), langsat, rambutan (Nephelium lappaceum), manggis(Garancii megostana), duku, pohon dengen, pohon bitti (Vitex copassus) dan kayu hitam(Diospyros celebica) tumbuh di dalam kawasan hutan ini.Selain itu, terdapat beberapa jenis satwa liar seperti burung ranggong, belibis, tekukur, nuri, gagak, bangau, biawak, tupai, musang, ayam hutan dan kawanan monyet.
Pemkab Luwu menjadikan kawasan itu sebagai hutan pendidikan, disamping berfungsi untuk penelitian bagi para peneliti, termasuk peneliti asing. Kawasan hutan ini terpelihara dan tetap lestari karena selain dibawa pengawasan petugas Jaga Wana Dinas Kehutanan Luwu, masyarakat setempat juga turut menjaga kelestarian kawasan hutan itu.
Dibimbing Jaga Wana di tepi kawasan hutan pendidikan itu, dapat dijumpai Posko Jaga Wana, sehingga setiap pengunjung yang berminat masuk ke dalam kawasan hutan itu dipandu oleh petugas Jaga Wana setempat. Mereka akan mendapat penjelasan dari petugas, jenis pohon yang tumbuh serta manfaat hutan di kawasan itu untuk penelitian dan pendidikan. Pemerintah Kabupaten Luwu menetapkan hutan ini sebagai kawasan lindung untuk pendidikan agar perawatannya lebih baik dan langsung dibawah pengawasan pemkab setempat, sementara jika statusnya hutan penelitian maka akan berada di bawah kewenangan pemerintah pusat. (Anonim, 2010)

B. Tujuan
Untuk mengamati flora-flora yang berada di hutan lindung, mengidentifikasi, dan menklasifikasikan tanaman dari beberapa macam bangsa.

C. Manfaat
Manfaat praktikum adalah untuk menambah pengetahuan dan wawasan praktikan, untuk mendapatkan data dan informasi mengenai tumbuh-tumbuhan yang ada di hutan.

D. Waktu dan Lokasi
Pratikum lapangan botani tumbuhan tingkat tinggi ini telah dilaksanakan pada hari selasa tanggal 17 Mei 2011 di hutan Penelitian Kayu Lara di Desa Tembo'E Kecamatan Larompong Selatan.





BAB II
METODOLOGI
A. Alat dan Bahan
1. Alat

• Tali rapiah
• Kertas manila
• Kantung plastik besar
• Sasak
• Stoples besar
• Kapas
• Sprayer
• Koran bekas
• Isolasi bening
• Kamera


2. Bahan
• Alkohol
• Formalin
• Spesies tanaman yang didapat

B. Cara Kerja
1. Pengumpulan tanaman
a. Survei lapangan.
b. Mengamati tumbuhan yang ada di sekitar lahan Hutan Penelitian Kayu Lara.
c. Mendokumentasikan tanaman yang ditemukan pada Hutan Penelitian Kayu Lara.
d. Mengambil dan mengumpulkan sampel tanaman.
e. Mendeskripsikan spesies-spesies tanaman yang telah di kumpulkan.
2. Pembuatan herbarium kering
a. Membersihkan tanaman yang telah dikumpulkan.
b. Mengambil satu persatu tanaman yang akan dijadikan herbarium kering.
c. Menyemprot tanaman dengan menggunakan sprayer yang berisi alcohol kemudian dilap dengan menggunakan kapas.
d. Meletakkan tanaman diatas kertas koran dengan memperhatikan tataletak akar, batang, dan daunnya.
e. Memberikan label nama tanaman.
f. Menutup semua bagian tanaman yang ada di atas kertas koran.
g. Menutup tanaman yang telah dibungkus kertas koran dengan menggunakan sasak.
h. Mengikat bagian pinggir sasak dengan memggunakan tali rapiah.
3. Pembuatan herbarium basah
a. Menyediakan tanaman yang akan di buat herbarium basah.
b. Menyiapkan formalin yang telah diencerkan dengan air sebanyak 4oo ml dengan campuran formalin sebanyak 600 ml.
c. Masukan tanaman pada toples yang telah di isi dengan larutan formalin tersebut.
d. Tutup rapat toples dan kemudian di beri label yang berisi nama specimen tersebut dan familinya.







BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil
Keadaan hutan yang masih alami dan terjaga dengan baik sehingga banyak jenis-jenis tanaman yang tumbuh dan banyak pula spesies tanaman yang belum diketahui secara pasti. Ada pun hasil yang diperoleh, antara lain:
1. Ordo : Fabales
Spesies : Bauhinia purpurea (Bunga kupu-kupu)
2. Ordo : Zingiberales
Spesies : Zingiber zerumbet (Lempuyang gajah)
3. Ordo : Arecales
Spesies : Aiphanes caryotafolia (Palem duri)
Spesies : Calamus diepenhorstii (rotan)
4. Ordo : Arales
Spesies : Anthurium araliifolium
5. Ordo : Asterales
Spesies : Elephantopus tomentosa L.(Tapak liman)
6. Ordo : Caryophyllales
Spesies : Cyathula prostrata (L.) Bl. (Bayam pasir)
7. Ordo : Violales
Spesies : -




B. Pembahasan
1) Ordo Fabales
Pohon, semak, atau herba. Daun mejemuk, jarang yang tunggal. Bunga bisexual, biasanya bersatu membentuk tabung. Buah legum, sering bersayap. Biji umumnya tanpa endosperm.
Bauhinia purpurea (Bunga kupu-kupu)


Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Subkingdom : Tracheobionta
Super Divisi : Spermatophyta
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Sub Kelas : Rosidae
Ordo : Fabales
Famili : Fabaceae
Genus : Bauhinia
Spesies : Bauhinia purpurea

Deskripsi:
Perdu tegak tanpa alat pembelit, tinggi 1-3 m. Ranting muda berliku liku. Daun berbaris 2, dengan pangkal berbentuk jantung. Tandan berbunga 3-15, bunga berkelamin 2. Daun mahkota berbentuk oval, putih cerah. Polongan berbentuk garis, pipih dengan ujung lurus, berparuh, dan berkatup. Biji terdiri dari 3-11. Tumbuh di hutan sebagai tanaman liar dan ada pula yang dijadikan tanaman hias.
2) Ordo Zingiberales
a) Zingiber zerumbet (Lempuyang gajah)


Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Subkingdom : Tracheobionta
Super Divisi : Spermatophyta
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
Sub Kelas : Commelinidae
Ordo : Zingiberales
Famili : Zingiberaceae
Genus : Zingiber
Spesies : Zingiber zerumbet Linn

Deskripsi :
Semak, semusim, tinggi ± 1 m. Batang tegak, semu, membentuk rimpang. Daun tunggal, bentuk lanset, tepi rata, ujung dan pangkal runcing, permukaan licin, panjang 25-40 cm, lebar 10-15 cm, hijau muda, pelepah bentuk talang, panjang + 17 cm, tangkai panjang ± 10 cm, hijau. Bunga majernuk, bentuk bongkol, tumbuh dari pangkal rimpang, tangkai panjang ± 12 cm, merah, kelopak lepas satu sama lain, merah. Biji bulat panjang, diameter ± 4 mm, hitam. Akar serabut, kuning keputih-putihan.



b) Zingiberaceae


Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Subkingdom : Tracheobionta
Super Divisi : Spermatophyta
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
Sub Kelas : Commelinidae
Ordo : Zingiberales
Famili : Zingiberaceae
Genus : -
Spesies : -

c) Zingiberaceae


Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Subkingdom : Tracheobionta
Super Divisi : Spermatophyta
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
Sub Kelas : Commelinidae
Ordo : Zingiberales
Famili : Zingiberaceae
Genus : -
Spesies : -

Deskripsi :
Herba perenial dengan umbi rhizoma. Daun bentuk ranset, kadang-kadang tersusun spiral, berpelepah, petiolus panjang, kadang-kadang pendek atau bahkan tidak ada, lamina menggulung waktu muda, tulang daun pinnatus yang sejajar satu sama lain, terdapat ligula antara petiolus dan pelepah, pembungaan terminal pada batang berdaun atau batang pendek langsung keluar dari rhizoma, bunga zigomorf. Buah berbentuk kapsul.
3) Ordo Arecales
Pohon, semak, batang kokoh, ramping, kadang-kadang memanjat, tinggi pohon bisa mencapai 30m. daun tunggal atau majemuk piƱatas. Bunga besar dalam panicula atau spadix, monoceus, dioceus, unisexual, bisexual, dan aktinomorf. Buah bacca atau drupe. Biji dengan endosperm relative besar.
a. Aiphanes caryotafolia (Palem duri)


Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Subkingdom : Tracheobionta
Super Divisi : Spermatophyta
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
Sub Kelas : Arecidae
Ordo : Arecales
Famili : Arecaceae
Genus : Aiphanes
Spesies : Aiphanes caryotafolia
Deskripsi :
b. Calamus diepenhorstii (rotan)


Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Subkingdom : Tracheobionta
Super Divisi : Spermatophyta
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
Sub Kelas : Arecidae
Ordo : Arecales
Famili : Arecaceae
Genus : Aiphanes
Spesies : Calamus diepenhorstii


Deskripsi:
Hidup berumpun, tumbuh menyebar pada daerah berbukit sampai kedaerah bergunung (300 – 1000 m dpl), Pada pangkal batang terdapat bongkol, mula-mula tegak keatas kurang lebih 2 meter kemudian melengkung kembali ketanah, kadang terdapat akar pada bongkol tersebut, Diameter batang kurang lebih 2–8 cm, panjang ruas 15–30 cm warna batang hijau tua mengkilap, bentuk silindris. Ruas nyata dan pada batang terdapat benjolan pelepah, Pelepah daun berduri seperti duri salak pada bagian atas melengkung kedalam, panjang duri antara 2–4 cm, tangkai daun pada bagian pelepah berduri rapat, makin keatas makin jarang, bentuk dari pipih bersusun dan tidak beraturan.
4) Ordo Arales
Herba perenial, sering dengan rhizome atau umbi sering pada habitat basah, tegak, memanjat, epifit, getah dengan kandungan Kristal, kalsium oksalat, daun bervariasi, tunggal, sedikit, umumnya terkumpul pada dasar ataau tersebar, bentuk tombak atau anak panah, urat daun sejajar, pelepah pada dasar petioles. Bunga spadiks biasanya dilindungi dengan sptaha. Buah bacca
Anthurium araliifolium


Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Subkingdom : Tracheobionta
Super Divisi : Spermatophyta
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
Sub Kelas : Arecidae
Ordo : Arales
Famili : Araceae
Genus : Anthurium
Spesies : Anthurium araliifolium

Deskripsi:
Herba dengan akara rimpang. Tangkai daun hijau dengan pangkal daun berbentuk pelepah. Helaian daun berbentuk menjari dengan ujung yang meruncing. Bunga muncul pada umbi rhizoma. Buah berbentuk bulat telur terbalik.
5) Ordo Asterales
Herba, semak, jarang pohon. Daun tunggal, jarang yang majemuk, tersebar, berhadapan jarang yang berkarang, tanpa stipula. Bunga kecil dalam capitulum, sedikit sampai banyak. Buah berbentuk achene.
Elephantopus tomentosa L. (Tapak liman)

Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Super Divisi : Spermatophyta
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Sub Kelas : Asteridae
Ordo : Asterales
Famili : Asteraceae
Genus : Elephantopus
Spesies : Elephantopus tomentosa L
Deskripsi :
Tumbuh liar di lapangan rumput, pematang, kadang-kadang ditemukan dalam jumlah banyak, terdapat di dataran rendah sampai dengan 1.200 m di atas permukaan laut. Terna tahunan, tegak, berambut, dengan akar yang besar, tinggi 10 cm–80 cm, batang kaku berambut panjang dan rapat, bercabang dan beralur. Daun tunggal berkumpul di bawah membentuk roset, berbulu, bentuk daun jorong, bundar telur memanjang, tepi melekuk dan bergerigi tumpul. Panjang daun 10 cm–18 cm, lebar 3 cm–5 cm.
Daun pada percabangan jarang dan kecil, dengan panjang 3 cm–9 cm, lebar 1 cm–3 cm. Bunga bentuk bonggol, banyak, warna putih. Buah berupa buah longkah. Masih satu marga tetapi dari jenis lain, yaitu Elephantopus scaber L., mempunyai bunga wama ungu.
6) Ordo Caryophyllales
Semak, herba, jarang pohon, sering memanjat. Daun tunggal, tersebar, atau berhadapan, tanpa stipula. Bunga tersusun dalam kelopak kecil yang di selubungi oleh daun pelindung yang berwarna menarik, bisexual, unisexual, aktinomorf atau sedikit zigomorf. Buah achene. Biji dengan endosperm.
Cyathula prostrata (L.) Bl.( Bayam Pasir)


Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Subkingdom : Tracheobionta
Super Divisi : Spermatophyta
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Sub Kelas : Hamamelidae
Ordo : Caryophyllales
Famili : Amaranthaceae
Genus : Cyathula
Spesies : Cyathula prostrata (L.)
Deskripsi :
Herba menahun dengan batang segiempat yang tumpul, pada pangkal merayap atau keluar akar. Daun belah ketupat dengan panjang 1,2-10 cm. Bunga di ujung atau di ketiak daun dalam tandan yang panjangnya 20-45 cm. Bunga bagian bawah dalam tukal yang juga mengandung bunga yang tidak sempurna. Banga yang di atas berdiri sendiri dan tanpa kait. Buah berbentuk telur terbalik, tidak membuka, dan berbiji 1.
7) Ordo Violales
Pohon, semak, herba, sering memanjat dengan sulur. Daun tunggal, tersebar, biasanya berlekuk menjari. Bunga tunggal dalam cymosa, aktinomorf, bisexual. Buah bacca atau kapsul. Biji banyak, sering berarilux ada endosperm.
Passifloraceae (rambusa-rambusaan)


Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Subkingdom : Tracheobionta
Super Divisi : Spermatophyta
Divisi : Magnoliophyta
Class : Magnoliopsida
Sub Class : Dilleniidae
Ordo : Violales
Famili : Passifloraceae
Genus : -
Spesies : -

Deskripsi :
Pohon, semak, herba, sering memanjat dengan sulur axilar. Daun tunggal, tersebar, biasanya berlekuk menjari, stipula kecil, cepat gugur. Bunga tunggal, bisexual, aktinomorf. Buah bacca atau kapsula. Biji banyak, sering berarilus, ada endosperm.


BAB IV
PENUTUP

A. Kesimpulan
Hutan Penelitian Kayu Lara memiliki banyak ragam spesies tumbuhan baik yang telah dikenal secara luas maupun spesies tanaman yang belum diketahui sama sekali jenisnya. Spesies tanaman di hutan tersebut sangat beragam, mulai dari zingiberales, violales, fabales, arales, arecales, asterales, dan masih banyak lagi. Di hutan tersebut didominasi oleh tanaman pohon besar.

B. Saran
1. Pada praktikum selanjutnya diharapkan bagi praktikan agar mencari spesies yang benar-benar tidak diketahui jenisnya, guna memperbanyak pengetahuan praktikan tentang tumbuhan.
2. Diharapkan melakukan penelitian lebih serius agar data yang diperoleh benar-benar asli bukan karangan.
3. Bagi asisten agar lebih profesional dan serius dalam mendampingi praktikan melakukan penelitian.







DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2011. Fabales. http://id.wikipedia.org/wiki/Fabales. diakses pada tanggal 28 Mei 2011.
Anonim. 2011. Taksonomi Rosidae. http://rizkyagung.com/info/taksonomi-rosidae/. Diakses pada tanggal 29 Mei 2011.
Anonim. 2011. Anthurium araliifolium. http://zipcodezoo.com/Plants/A/ Anthurium_araliifolium.asp. Diakses pada tanggal 27 Mei 2011.
M, Syamsiah. 2004. Taksonomi Tumbuhan Tinggi. Makassar: UNHAS.
Steenis, Van. 1997. Flora. Jakarta: PT Pradnya Paramita.
www.plantamor.com











LAMPIRAN

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar