Rabu, 06 Juli 2011

Jaringan Epitel

BAB I
JARINGAN EPITEL
A. PENDAHULUAN
Jaringan yaitu struktur yang dibentuk oleh sekumpulan sel-sel yang biasanya memiliki sifat-sifat morfologis dan fungsi yang sama. Pada hewan multiseluler, dikenal ada 4 jaringan dasar, yaitu (1) jaringan epitel, (2) jaringan penyambung atau jaringan ikat,(3) jaringan otot, dan (4) jaringan saraf. Pada bagian ini, pembahasan dibatasi pada jaringan epitel penutup dan epitel kelenjar
Jaringan epitel yaitu jaringan yang terdiri atas sel-sel yang biasanya bentuknya sama yang berkumpul dengan sangat erat dengan bahan ekstraseluler atau matriks yang sangat sedikit. Jaringan epitel dapat mengalami pelipatan ke dalam atau invaginasi menembus jaringan di bawahnya, dan berkembang menjadi sel-sel ekskresi atau sel-sel kelenjar. Jaringan epitel dibentuk dari ketiga lapisan lembaga, yaitu ektoderm, endoderm, dan mesoderm.
B. SIFAT DAN FUNGSI JARINGAN EPITEL
Jaringan epitel terdapat sebagai penutup permukaan tubuh, atau membatasi rongga-rongga di dalam tubuh. Permukaan yang bebas berbatasan dengan udara atau cairan, sedangkan permukaan yang lain bertumpu pada membran basalis yang menghubungkannya dengan jaringan ikat yang vaskuler di bawahnya. Membran basalis terdiri atas tiga lapisan, yaitu (1) lamina dense, (2) lamina lusida, dan (3) lamina fibroretikuler.









Gambar 1. Struktur membran basalis kulit

Lamina dense atau lamina basalis terdiri atas serabut kolagen tipe IV yang sangat halus serta makromolekul berupa glikoprotein. Tebal lamina dense berkisar 20-30 nm. Lamina lusida terletak di atas lamina dense dekat membran sel. Terdiri atas serabut kolagen tipe IV yang sangat tipis dan tersusun secara longgar. Selain itu, terdapat makromolekul berupa glikoprotein. Tebal lamina lusida berkisar 10-50 nm. Lamina fibroretikuler terletak pada bagian sebelah dalam lamina dense, terdiri atas serabut kolagen tipe III yang berhubungan erat dengan jaringan ikat di bawahnya. Mengandung sedikit serabut retikuler dan sedikit serabut kolagen tipe V.
Membran basalis memiliki beberapa fungsi, yaitu (1) sebagai tempat melekatnya sel-sel epitel pada jaringan ikat di bawahnya, (2) sebagai barrier untuk mencegah masuknya mikroorganisme ke bagian dalam tubuh, (3) mencegah kehilangan air dan cairan sel dari tubuh, (4) bekerja sebagai filter selektif, dan (5) mempertahankan bentuk jaringan epitel di atasnya. Membran basalis mengandung berbagai macam makromolekul berupa laminin, fibronektin, dan entaktin.
Beberapa karakteristik jaringan epitel, yaitu (i) bentuk sel-selnya teratur, umumnya berbentuk pipih, kubus atau selindris, (ii) sel-selnya tersusun dengan sangat rapat, (iii) semua jaringan epitel terikat erat pada jaringan penyambung yang ada di bawahnya oleh suatu selaput tipis yang disebut lamina basalis, (iv) tidak mengandung pembuluh darah, oleh sebab itu bahan makanan diperoleh melalui difusi dari kapiler-kapiler yang terdapat pada jaringan di bawahnya, dan (v) sel-sel epitel antara satu dengan yang lain menempel dengan sangat erat melalui daerah perlekatan khusus yang disebut kompleks pertautan sel atau junctional compleks.








Gambar 2. Bentuk dasar sel-sel jaringan epitel (a) pipih, (b) kubus, dan (c) selindris

Jaringan epitel memiliki fungsi yang sangat luas, tergantung lokasi epitel pada suatu organisme. Jaringan epitel berfungsi, antara lain (i) sebagai alat proteksi baik terhadap pengaruh mekanis, fisik, maupun secara kimiawi, misalnya epitel yang terdapat pada kulit, (ii) sebagai organ eksteroreseptor yang mampu menerima rangsangan dari luar, seperti sel-sel neuroepitel pada puting pengecap, (iii) sebagai alat ekskresi untuk membuang sisa-sisa hasil metabolisme (air, garam-garam, amoniak dan CO2), (iv) sebagai alat osmoregulasi (pengaturan tekanan osmosis cairan tubuh) dengan cara pembuangan garam-garam melalui permukaan kulit, (v) membantu proses respirasi, khususnya pada hewan-hewan akuatik, (vi) sebagai alat gerak, misalnya sayap pada kelelawar dan selaput renang pada katak sawah, (vii) sebagai alat nutrisi, misalnya kelenjar susu pada mamalia, (viii) sebagai alat absorpsi, misalnya absorpsi sari-sari makanan pada dinding usus, dan (ix) membantu pembentukan vitamin D dari provitamin D melalui bantuan cahaya matahari.
Berdasarkan struktur dan fungsinya, jaringan epitel dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu epitel penutup dan epitel kelenjar, Berdasarkan bentuk sel yang menyusunnya, jaringan epitel dibedakan atas epitel berbentuk pipih, epitel berbentuk kubus, dan epitel berbentuk selindris. Berdasarkan jumlah lapisan yang menyusunnya, jaringan epitel dibedakan atas jaringan epitel selapis, jaringan epitel berlapis, dan jaringan epitel berlapis semu.

C. JARINGAN EPITEL PENUTUP
Jaringan epitel penutup merupakan jaringan yang sel-selnya tersusun dalam lapisan yang menyerupai membran dan menutupi permukaan luar atau melapisi rongga-rongga tubuh atau lumen.
1. Epitel Selapis
Jaringan epitel selapis adalah jaringan epitel yang terdiri atas satu lapisan sel, dan semua sel-selnya duduk bertumpu pada membran basalis dan mencapai permukaan, dijumpai pada tempat-tempat yang tidak banyak mengalami kerusakan mekanis, dan biasanya berperan di dalam absorpsi dan filtrasi. Jaringan epitel selapis terdiri atas epitel selapis pipih, epitel selapis kubus, dan epitel selapis selindris.
a. Epitel selapis pipih
Sel-sel pada epitel selapis pipih berbentuk pipih dan sangat datar menyerupai sisik. Dilihat dari permukaan tampak sebagai sel-sel yang cukup besar dengan sitoplasma yang jernih. Dilihat dari samping tampak seperti pita yang bersekat-sekat dengan inti pipih yang terletak pada bagian tengah. Epitel selapis pipih terdiri atas epitel squamosa, mesotalium, dan endothelium.
1) Epitel Squamosa; yaitu epitel selapis pipih yang berasal dari ektoderm,
misalnya epitel pada kapsul bowman
2) Mesotalium; yaitu epitel selapis pipih yang berasal dari mesoderm, misalnya
pericardium yang membatasi rongga jantung dan pleurotenium
yang membatasi rongga paru-paru
3) Endothelium; yaitu epitel selapis pipih yang berasal dari endoderm, misalnya
endothelium pembuluh darah dan endothelium pada
pembuluh limfa.












Gambar 3. Epitel selapis pipih kapsul bowman......

b. Epitel selapis kubus
Dilihat dari permukaan, sel-sel epitel kubus tampak lebih teratur dan berbentuk heksagonal. Bila dilihat dari samping tampak seperti segi empat yang tersusun berderet dengan inti berbentuk bulat yang terletak di tengah. Epitel jenis ini dijumpai pada folikel kelenjar tiroid, tubulus kontortus distal dan proksimal ginjal, melapisi ovarium, dan saluran pelepasan kelenjar.







Gambar. 4 Epitel selapis kubus

c. Epitel selapis selindris
Dilihat dari permukaan menyerupai epitel kubus, sedangkan bila dilihat dari samping tampak seperti pilar-pilar yang berhimpitan tegak lurus dengan inti yang lonjong atau oval, terletak agak proksimal terhadap membran basal. Jenis epitel ini terdiri atas epitel selapis selindris sekretori, epitel selapis selindris absortif dan sekretori, dan epitel selapis selindris bersel goblet.






Gambar. 5 Epitel selapis selindris

i) Epitel selapis silindris sekretori
Sel-sel selindris selain berfungsi sebagai pelindung, juga berperan untuk mensekresi mucus, misalnya mukosa lambung dan mukosa kanalis serviks uterus. Sitoplasma pada bagian apeks inti tampak pucat dan mengandung banyak vakuola yang berisi mucus
ii) Epitel selapis selindris absorbtif dan sekretori
Sel-sel epitel ini ada 2 tipe, yaitu jenis untuk absorbsi dan jenis untuk sekretori, misalnya epitel selindris pada usus. Bagian apeks dari sel absorbtif terdapat mikrovili, sedangkan pada sel sekretori mirip dengan sel goblet, dimana bagian apeks sel terdapat banyak granula sekretori yang bersifat mucus, sel berbentuk piala dengan bagian apeks yang lebar dan bagian basal sempit

iii) Epitel selapis selindris bersel goblet
Epitel ini terdiri atas kombinasi sel selindris bersilia dan sel goblet. Jenis epitel ini dijumpai pada saluran pernapasan bagian atas.
2. Epitel berlapis banyak palsu
Epitel ini dikatakan berlapis banyak palsu karena pada penampang tegak lurus tampak seperti berlapis banyak. Hal ini disebabkan karena letak inti dari sel-sel yang membangunnya tidak sama tingginya.Epitel ini dibagi atas 3 macam sel, yaitu sel basal, sel selindris bersilia, dan sel goblet.







Gambar. 6 Epitel berlapis banyak palsu

Sel basal berbentuk kubus dengan inti bulat serta ketinggian paling bawah.Sel selindris bersilia berbentuk selindris dan permukaannya bersilia. Inti berbentuk lonjong. Sel goblet atau sel lendir atau sel mukus berbentuk kerucut, inti tampak meruncing pada bagian bawahnya. Pada sitoplasmanya terdapat mucus. Sel goblet terdiri atas beberapa bagian, yaitu (i) pangkal sel sempit dan mengandung banyak retikulum endoplasma (RE), (ii) bagian tengah sel melebar dan terdapat banyak badan golgi yang berbentuk mangkuk, dan (iii) puncak sel, yaitu bagian yang paling lebar dan terdapat banyak vesikula-vesikula yang berisi mucus.

3. Epitel Transisional
Epitel transisional merupakan epitel yang terdapat pada pelvis ginjal, ureter dan kantung air seni. Bila organ-organ tersebut kosong, maka sel-selnya menyerupai epitel berlapis banyak kubus, tetapi bila dipenuhi dengan cairan, maka tekanan pada dinding membesar dan sel-selnya berubah menjadi epitel berlapisbanyak pipih.








Gambar 7. Epitel transisional .....................

4. Epitel berlapis banyak
Berbeda dengan jaringan epitel selapis, jaringan epitel berlapis banyak terdapat pada tempat-tempat yang banyak mengalami kerusakan mekanis, dan umumnya tidak memiliki fungsi absorbsi atau filtrasi, tetapi berfungsi sebagai proteksi. Pada semua jaringan epitel berlapis banyak, teradapat lapisan-lapisan sel kubus atau selindris kecil yang termodifikasi yang terletak setelah membran basal. Di atas sel-sel basal, biasanya terdapat satu atau lebih sel-sel polygonal. Pada permukaan bebasnya teradapat lapisan sel yang bentuknya berbeda dari lapisan sebelumnya. Bentuk sel-sel pada permukaan bebas epitel berlapis digunakan sebagai dasar klasifikasi.

Jaringan epitel berlapis dapat seluruhnya tersusun atas sel-sel hidup dan mati, tergantung pada lokasi jaringan epitelnya. Biasanya pada yang terakhir ini sel-sel proksimalnya dibangun oleh sel-sel hidup dan bagian distalnya yang berbatasan dengan rongga atau permukaan tubuh terdiri atas sel-sel mati yang telah menanduk.
a) Jaringan epitel berlapis pipih
Jaringan epitel ini dapat berupa epitel berlapis pipih tidak menanduk dan epitel berlapis pipih menanduk. Pada epitel berlapis pipih tidak menanduk dijumpai pada permukaan yang basah, misalnya pada rongga mulut, esophagus, epiglotis, dan vagina. Jaringan epitel pada daerah tersebut tersusun atas beberapa lapis sel-sel epitel pipih pada bagian apeks dan beberapa lapis sel epitel kubus di tengah, dan epitel kubus atau selindris pada bagian basal.
Epitel berlapis banyak pipih menanduk dijumpai pada kulit. Disini sel-sel yang superficial mengalami transformasi menjadi lapisan keratin yang kuat dan tidak hidup, dan melekat erat pada sel-sel hidup yang ada pada lapisan di bawahnya. Fungsi keratin pada lapisan superficial, yaitu (i) menahan gesekan dan tarikan, (ii) mencegah penguapan, (iii) mencegah masuknya air, dan (iv) mencegah masuknya organisme. Jaringan epitel pada kulit terdiri atas;
 Stratum basalis atau stratum germinativum
Dibangun oleh sel-sel basal berbentuk selindris atau kubus yang bertumpu pada membran basal. Lapisan ini ditandai dengan aktivitas mitosis yang tinggi.
 Stratum spinosum
Dibangun oleh sel-sel berbentuk kubus polygonal atau sedikit gepeng dengan inti terletak di tengah. Sitoplasma memiliki tonjolan-tonjolan yang berisi berkas-berkas filamen yang menyerupai spina atau duri
 Stratum granulosum
Ditandai oleh adanya 3-5 lapisan sel-sel polygonal gepeng yang intinya di tengah dan sitoplasma terisi oleh granula-granula keratohialin yang mengandung protein yang kaya histidin
 Stratum lusidium
Biasanya terdapat pada kulit yang tebal, terdiri atas lapisan tipis sel-sel pipih, organel-organel dan inti sudah tidak ada.
 Stratum korneum
Terdiri atas sel-sel pipih menanduk tanpa inti, dan sitoplasmanya mengandung keratin








Gambar 8. Stratum..................................................

b) Jaringan epitel berlapis banyak kubus
Epitel berlapis banyak kubus sangat jarang dijumpai, misalnya terdapat pada saluran kelenjar keringat.








Gambar 9. Epitel kubus .................................

c) Jaringan epitel berlapis banyak selindris
Jaringan epitel jenis ini dapat ditemukan pada tubuh, contohnya pada bagian kovernosum dari uretra, farings, epiglottis serta pada saluran pelepasan yang besar pada berbagai macam kelenjar. Pada permukaan yang bebas sel-selnya berbentuk selindris, sedangkan sel-sel basalnya berbentuk kubus








Gambar 10. Epitel selindris ......................................

D. EPITEL KELENJAR
Jaringan epitel kelenjar yaitu jaringan yang dibentuk oleh sel-sel terkhususkan dalam menghasilkan suatu sekret cair yang komposisinya berbeda dengan komposisi darah dan cairan intra sel. Proses ini disertai dengan sintesis makromolekul intra sel. senyawa-senyawa tersebut biasanya disimpan dalam bentuk butir-butir kecil yang disebut granula sekretori
Kelenjar dibentuk dari jaringan epitel. Sel-sel epitel berproliferasi dan menembus ke dalam jaringan penyambung atau jaringan ikat. Mereka dapat mempertahankan hubungannya dengan epitel atau tidak. Bila hubungan tidak dipertahankan, terbentuk kelenjar endokrin. Sel-sel kelenjar ini dapat tersusun dalam bentuk tali atau folikel. Lumen folikel mengumpulkan sejumlah besar sekresi. Bila hubungannya dipertahankan, maka terbentuklah kelenjar eksokrin.
kelenjar dapat diklasifikasikan dengan berbagai cara, antara lain (i) berdasarkan cara menyalurkan hasil sekretnya, (ii) berdasarkan cara penggetahan oleh sel-sel yang membangunnya, (iii) berdasarkan sifat dari getah atau secret yang dihasilkannya, dan (iv) berdasarkan banyaknya sel-sel epitel yang membangunnya.
Berdasarkan cara menyalurkan sekretnya, kelenjar dikelompokan menjadi tiga, yaitu kelenjar eksokrin, kelenjar endokrin, dan kelenjar campuran.
a) Kelenjar eksokrin; yaitu kelenjar yang mengeluarkan sekretnya melalui saluran pelepasan, misalnya kelenjar parotid, kelenjar mammae, dan kelenjar keringat.
b) Kelenjar endokrin; yaitu kelenjar yang tidak memiliki saluran pelepasan, oleh sebab itu sekretnya digetahkan ke dalam pembuluh darah atau pembuluh limfa dan dibawa ke seluruh jaringan tubuh. Sekret yang dihasilkannya dinamakan hormon. Contoh kelenjar endokrin, yaitu kelenjar tiroid.
c) Kelenjar campuran; yaitu kelenjar yang dibangun oleh kelenjar eksokrin dan kelenjar endokrin, misalnya kelenjar pancreas. Sebagai kelenjar eksokrin, kelenjar pancreas menghasilkan enzim, seperti enzim lipase, amilase, dan tripsinogen, sedangkan sebagai kelenjar endokrin, pancreas menghasilkan hormon, yaitu insulin.
Umumnya kelenjar eksokrin dibangun oleh 2 jenis epitel, yaitu (i) bagian sekretori, yaitu kelompok sel-sel yang secara khusus menghasilkan secret, dan (ii) bagian saluran, yaitu kelompok sel-sel yang membentuk saluran tubuler yang menghantarkan sekret ke luar. Pengecualian pada kelenjar yang bersifat uniseluler.











Gambar 11. Epitel berlapis selindris bersilia

Berdasarkan banyaknya sel-sel epitel yang membangunnya, kelenjar dibedakan atas kelenjar uniseluler dan multiseluler. Kelenjar uniseluler, yaitu kelenjar yang hanya dibangun oleh satu sel, misalnya sel goblet pada usus halus atau pada saluran pernapasan. kelenjar multiseluler, yaitu kelenjar yang dibangun oleh banyak sel, terdiri atas 2 kelompok, yaitu kelenjar sederhana dan kelenjar kompleks
1) Kelenjar sederhana
Kelenjar yang hanya mempunyai satu saluran atau ductus atau saluran yang tidak bercabang dan susunannya dapat berupa (i) tubuler, misalnya Crypt lieberculum, (ii) tubuler bergelung, misalnya kelenjar keringat, (iii) tubuler bercabang, dan (iv) asiner, misalnya kelenjar bisa.
2) Kelenjar kompleks,
Kelenjar yang mempunyai saluran ke luar yang bercabang-cabang yang berasal dari sejumlah bagian sekresi. Susunannya dapat berupa tubuler, asiner, dan tubuloasiner.

Berdasarkan cara penggetahan oleh sel-sel yang membangunnya, kelenjar eksokrin dibedakan atas kelenjar merokrin, apokrin dan holokrin.
1) Kelenjar merokrin
Kelenjar ini paling banyak dijumpai, pada saat kelenjar aktif, sekret dikumpulkan pada bagian distal dan selanjutnya digetahkan ke luar dengan cara eksositosis tanpa merusak sel itu sendiri, misalnya kelenjar ludah parotid, kelenjar sub lingualis dan sub mandibularis
2) Kelenjar apokrin
Pada kelenjar ini, secret dihasilkan dengan cara merusak bagian apical sel yang mengandung banyak granula-granula sekretori. Cara penggetahannya, yaitu (i) sel kelenjar menampung secret pada bagian distal, (ii) bagian sel yang penuh dengan secret mengalami suatu penyempitan, dan (iii) bagian yang penuh dengan secret dilepaskan. jika sel kelenjar yang telah pernah menggetahkan aktif kembali, maka sel kelenjar tersebut harus tumbuh lebih dahulu hingga mencapai ukuran semula.

Pada mulanya berbagai jenis kelenjar dimasukkan ke dalam tipe kelenjar apokrin, misalnya kelenjar ketiak, kelenjar anus, dan kelenjar mammae. Sekarang yang dapat dipertimbangkan masuk ke dalam kelenjar apokrin adalah kelenjar mammae. Pengamatan dengan mikroskop elektron tidak mendukung lagi adanya kelenjar yang menghasilkan sekretnya dengan mengorbankan bagian apeks sel, oleh sebab itu, kelenjar yang pada mulanya dimasukkan ke dalam kelenjar apokrin, kini dimasukkan ke dalam kelenjar merokrin
3) Kelenjar holokrin
Sekret yang dihasilkan dengan pecahnya seluruh sel untuk menjadi secret, misalnya kelenjar minyak yang terdapat pada akar rambut yang berfungsi untuk menyemir rambut pada kulit. Proses sekresinya berlangsung sebagai berikut, yaitu; (i) lapisan basal sel kelenjar bermitosis, (ii) sel terdesak ke tengah dan mengandung tetes-tetes lemak dan granula-granula sekretori atau vakuola, (iii) makin ke tengah sel semakin pucat dan vakuola semakin bertambah. Makin jauh ke tengah, nutrien semakin kurang dan pada akhirnya sel-sel mati, dan (iv) sel lemak yang telah mati keseluruhannya dilepaskan dan diganti oleh sel-sel cadangan yang disebut sel indifferen
Berdasarkan sifat dari getah yang dihasilkannya, dikenal ada 2 jenis kelenjar, yaitu;
1) Kelenjar seluler; yaitu kelenjar yang sekretnya berupa sel-sel, misalnya kelenjar lemak sekretnya berupa lemak, ovarium sekretnya berupa telur, dan testis sekretnya berupa sperma
2) Kelenjar non-seluler; yaitu kelenjar yang menghasilkan getah yang tidak berupa sel, misalnya enzim dan hormon.
Berdasarkan sifat sekretnya, kelenjar dapat dikelompokan menjadi 3, yaitu;
1) Kelenjar mukosa; menghasilkan sekret yang bersifat kental, dan terdiri atas glikoprotein, sering disebut mucus.
2) Kelenjar serosa; yaitu kelenjar yang menghasilkan secret berupa cairan encer dan biasanya berupa enzim dan dinamakan sereus.
3) kelenjar campuran; yaitu kelenjar yang secretnya berupa mucus dan sereus. Kelenjar yang menghasilkan mucus dinamakan kelenjar sero atau mukose

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar